Perumda Pasar Tekankan Wastib Profesional dan Humanis, Jang “momake”, Tapi Tegas

Perumda Pasar Tekankan Wastib Profesional dan Humanis, Jang “momake”, Tapi Tegas

MANADO — Direktur Umum (Dirum) Rangga Paonganan menggelar rapat bersama jajaran Petugas Pengawasan dan Penertiban (Wastib) hari ini.

 

Rapat tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut hasil evaluasi serta berbagai masukan yang diterima manajemen terkait pelaksanaan pengawasan dan penertiban di lapangan.


Dalam rapat tersebut, Rangga Paonganan menegaskan bahwa instruksi kepada petugas Wastib merupakan tindak lanjut perintah hasil evaluasi, permintaan dan masukan dari para pedagang, serta temuan Direksi dalam pelaksanaan tugas di lapangan.


Karena itu, seluruh petugas Wastib diminta menjalankan tugas secara profesional, terukur, dan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Penertiban tidak boleh dilakukan secara emosional, melainkan harus disampaikan dengan komunikasi yang santun dan persuasif.

“Ini merupakan tindak lanjut dari hasil evaluasi, masukan dan permintaan pedagang, serta temuan Direksi dan Dirut. Karena itu, saya minta Wastib menjalankan instruksi ini dengan profesional. Tegas dalam aturan, tetapi tetap santun dan menghargai pedagang,” tegas Rangga Paonganan.

Ia menekankan bahwa keberadaan petugas Wastib bukan untuk berhadapan dengan pedagang, melainkan menjadi bagian dari upaya menciptakan ketertiban dan kenyamanan bersama.

 

Setiap pesan penertiban, lanjutnya, harus disampaikan secara persuasif agar dapat dipahami dan diterima dengan baik oleh pedagang. Petugas juga diminta memberikan penjelasan secara jelas mengenai aturan yang harus dipatuhi sebelum mengambil langkah penertiban sesuai ketentuan.


Rangga juga mengingatkan bahwa petugas Wastib merupakan representasi organisasi yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pedagang. Karena itu, sikap, tutur kata, dan cara berkomunikasi harus senantiasa dijaga.

“Jadilah petugas yang professional, Sampaikan pesan dengan baik dan santun. Ketegasan harus tetap ada, tetapi kesantunan tidak boleh hilang,” ujarnya.

Menurut Rangga, evaluasi dan temuan di lapangan harus menjadi bahan perbaikan bersama. Masukan dari pedagang juga perlu menjadi perhatian agar pelaksanaan penertiban tidak hanya berjalan sesuai aturan, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan para pedagang.


Melalui rapat tersebut, Dirum berharap seluruh jajaran Wastib dapat memahami instruksi dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.


Penertiban, kata dia, harus mampu menghadirkan ketertiban tanpa menghilangkan rasa hormat kepada pedagang.


Tegas menegakkan aturan, santun dalam bertindak, persuasif dalam menyampaikan pesan, dan profesional dalam menjalankan tugas.

(Humas)

Share

Scroll to Top