Harga Pangan Naik Jelang Lebaran, Pedagang dan Pembeli Nilai Masih Wajar

Harga Pangan Naik Jelang Lebaran, Pedagang dan Pembeli Nilai Masih Wajar

MANADO, 17 Maret 2026 – Harga pangan di Manado jelang Lebaran mengalami kenaikan di sejumlah komoditas. Kenaikan ini terlihat di Pasar Bersehati, di mana harga cabai, bawang, dan daging mengalami penyesuaian seiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

 

Harga Pangan Naik Jelang Lebaran

Menjelang Idul Fitri, aktivitas jual beli di Pasar Bersehati semakin meningkat. Hal ini berdampak pada naiknya harga beberapa bahan pangan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Meskipun demikian, kenaikan harga tersebut masih dinilai wajar oleh masyarakat.

 

Pembeli Nilai Harga Masih Terjangkau

Salah satu pembeli di Pasar Bersehati, Bapak Kiki, menyampaikan bahwa kenaikan harga yang terjadi masih dalam batas normal.

“Kalau menjelang Lebaran biasanya harga memang naik sedikit, tapi menurut saya masih bisa dijangkau dan masih normal dalam suasana hari raya,” ujar Kiki.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah terbiasa dengan pola kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.

 

Pedagang Rasakan Peningkatan Penjualan

Di sisi lain, para pedagang merasakan dampak positif dari meningkatnya aktivitas pasar. Salah satu pedagang, Yahya Ali, mengaku penjualan meningkat dibandingkan hari biasa.

“Alhamdulillah, menjelang Lebaran pembeli lebih ramai. Keuntungan juga bisa lebih dari hari biasanya,” kata Yahya.

Peningkatan jumlah pembeli memberikan peluang bagi pedagang untuk memperoleh pendapatan yang lebih baik.

 

Faktor Kenaikan Harga Pangan

Kepala Divisi Pengelolaan Unit Usaha, Dian Tangoi, menjelaskan bahwa kenaikan harga pangan jelang Lebaran dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, terutama distribusi dan kondisi cuaca. Menurutnya, anomali cuaca di beberapa daerah sentra produksi menghambat proses panen dan distribusi bahan pangan.

“Kenaikan ini dipicu oleh anomali cuaca di beberapa daerah yang menghambat proses panen dan distribusi. Hal ini berdampak langsung pada pasokan dari daerah seperti Gorontalo, Bolsel, dan Kotamobagu,” jelas Dian.

Penurunan Pasokan dan Dampaknya

Dian juga menjelaskan bahwa pasokan bawang merah mengalami penurunan signifikan. Jika biasanya pasokan mencapai 20 ton per hari, saat ini hanya sekitar 10 ton per hari. Selain itu, harga daging sapi juga mengalami kenaikan akibat berkurangnya pasokan sapi hidup di pasar. Kondisi ini menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga di tingkat pedagang.

 

Aktivitas Pasar Meningkat Jelang Idul Fitri

Meningkatnya aktivitas di pasar tradisional menjadi tanda bahwa kebutuhan masyarakat menjelang Idul Fitri semakin tinggi. Hal ini tidak hanya berdampak pada kenaikan harga, tetapi juga memberikan peluang bagi pedagang untuk meningkatkan pendapatan.

Perumda Pasar Manado terus memantau kondisi harga dan pasokan guna menjaga stabilitas pasar serta memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya.

(IT)

Share

Scroll to Top