Manfaatkan Ember Bekas, Perumda Pasar Manado Mulai Gerakan Pilah Sampah dari Kantor Pusat

Manfaatkan Ember Bekas, Perumda Pasar Manado Mulai Gerakan Pilah Sampah dari Kantor Pusat

MANADO — Perumda Pasar Manado mulai menerapkan pemilahan sampah dari lingkungan Kantor Pusat sebagai langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih baik di seluruh wilayah pasar.

 

Program ini menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan baru di lingkungan kerja, yakni memilah sampah sejak dari sumbernya.

 

Di Kantor Pusat, sampah dipisahkan menjadi empat kategori, yaitu sampah organik, anorganik, B3 (bahan berbahaya dan beracun), serta residu.

 

Menariknya, tempat sampah yang digunakan di Kantor Pusat memanfaatkan ember bekas yang masih layak digunakan.

 

Langkah sederhana ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dengan memanfaatkan kembali barang yang ada, tanpa harus selalu menggunakan fasilitas baru.

 

Direktur Umum Perumda Pasar Manado, Rangga Paonganan, mengatakan bahwa penerapan pemilahan sampah sengaja dimulai dari Kantor Pusat agar para pegawai terlebih dahulu memahami dan membiasakan diri melakukan pemilahan sampah dengan benar.

 

“Kita mulai dari kantor pusat. Sebelum kita mengajak dan melakukan sosialisasi ke unit-unit pasar, tentunya kita harus mulai dari diri kita sendiri. Pegawai di kantor pusat harus memahami dan menerapkan terlebih dahulu bagaimana memilah sampah dengan benar,” ujar Rangga.

Menurutnya, pemanfaatan ember bekas sebagai tempat pemilahan juga merupakan bagian dari edukasi bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus selalu dimulai dengan sesuatu yang mahal atau baru.

“Kita memanfaatkan ember bekas yang masih bisa digunakan. Ini sederhana, tetapi pesan yang ingin kita sampaikan adalah barang yang sudah tidak terpakai masih bisa memiliki manfaat. Yang penting adalah kemauan untuk mengurangi sampah dan mengelolanya dengan baik,” tambahnya.

Sampah organik yang terkumpul nantinya akan dimanfaatkan untuk budidaya maggot atau diolah menjadi pupuk kompos.

 

Sementara sampah anorganik akan diarahkan untuk didaur ulang melalui kerja sama dengan bank sampah.

 

Untuk sampah B3 dan residu, pengelolaannya akan dilakukan secara terpisah sesuai dengan karakteristik dan ketentuan penanganannya.

 

Penerapan dari Kantor Pusat menjadi langkah awal sebelum program ini diperluas ke seluruh unit dan wilayah area pasar yang dikelola Perumda Pasar Manado.

 

Pegawai Kantor Pusat diharapkan menjadi contoh sekaligus memahami terlebih dahulu bagaimana cara memilah dan mengelola sampah dengan benar.

 

Setelah itu, para pegawai akan turut melakukan sosialisasi dan edukasi ke unit-unit pasar, sehingga kebiasaan memilah sampah dapat diterapkan secara bertahap oleh seluruh insan pasar.

 

Rangga menegaskan, gerakan ini bukan hanya tentang menyediakan tempat sampah dengan kategori berbeda, tetapi lebih jauh membangun kesadaran dan budaya baru dalam mengelola sampah.

““Kita ingin ini menjadi kebiasaan, bukan sekadar program. Dari kantor pusat kita mulai, kemudian kita bawa ke unit-unit pasar. Harapannya, seluruh area pasar nantinya memiliki budaya memilah sampah dari sumbernya,” pungkasnya.

(Humas)

Share

Scroll to Top