Strategi Perumda Pasar Manado Optimalkan Layanan Publik

Di era disrupsi digital saat ini, persepsi publik adalah mata uang yang paling berharga. Sebuah organisasi, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional dalam berkomunikasi. Menyadari urgensi ini, Perumda Pasar Manado di bawah kepemimpinan Direktur Utama Lucky Aldrin Senduk, mengambil langkah progresif dengan memprioritaskan pembenahan aset digital dan manajemen reputasi perusahaan.Langkah ini, yang menggandeng penyedia jasa profesional ReputasiPlus, sempat memicu diskursus publik. Namun, jika dibedah menggunakan kacamata manajemen bisnis modern dan lanskap komunikasi digital yang ilmiah, langkah ini justru merupakan lompatan strategis yang patut diapresiasi, bukan dicurigai.Hak Atas Citra dan Pengoptimalan Aset Digital Secara fundamental, setiap entitas hukum, termasuk Perumda, memiliki hak untuk membangun dan melindungi citra positifnya. Ini bukan tentang menutupi kekurangan, melainkan tentang memastikan bahwa informasi yang beredar di ruang publik terutama di mesin pencari seperti Google adalah informasi yang akurat, faktual, dan mencerminkan kinerja perusahaan yang sebenarnya. Dalam studi komunikasi korporat, reputasi dikategorikan sebagai intangible asset (aset tak berwujud) yang memiliki nilai ekonomi nyata. Ketika publik mencari informasi tentang “Pasar Manado”, dan yang muncul adalah data harga yang akurat, program kebersihan pasar yang berjalan, serta inovasi pelayanan, maka kepercayaan publik (public trust) akan meningkat. Sebaliknya, jika ruang digital dibiarkan kosong atau dipenuhi informasi yang tidak terverifikasi, maka nilai perusahaan di mata stakeholder akan merosot.”Semua berhak jaga reputasi,” demikian tag yang diusung dalam semangat kolaborasi ini. Ini adalah prinsip dasar keadilan dalam ruang informasi. Perumda Pasar Manado sedang berinvestasi pada infrastruktur informasi agar sejajar dengan perusahaan modern lainnya. Menangkis Persepsi Keliru dengan Aksi Edukatif ada miskonsepsi bahwa menyewa jasa manajemen reputasi dan konten digital adalah upaya “pembungkaman” atau “pengalihan isu”. Pandangan ini keliru dan tertinggal zaman. Dalam praktik Public Relations modern, manajemen reputasi justru bertujuan untuk meningkatkan transparansi. Fokus kerjanya adalah memproduksi konten positif berbasis fakta seperti data harga pangan, profil pedagang, atau progres revitalisasi pasar—dan memastikan konten tersebut mudah ditemukan oleh masyarakat (melalui strategi SEO/Search Engine Optimization). Kerjasama ini adalah upaya edukatif untuk melawan asimetri informasi. Publik berhak mendapatkan akses mudah terhadap informasi resmi perusahaan, bukan sekadar rumor yang tak jelas sumbernya. Inilah yang sedang dibangun oleh manajemen Lucky Senduk.Visi Progresif, Pusat Informasi Pasar No. 1 di Sulawesi Utara Di bawah komando Lucky Senduk, Perumda Pasar Manado menargetkan visi yang ambisius namun terukur, menjadi contoh pusat informasi pasar nomor satu di Sulawesi Utara. Target ini tidak mungkin tercapai tanpa fondasi digital yang kuat. Kolaborasi dengan ReputasiPlus ditujukan untuk menata kembali bagaimana Perumda Pasar berinteraksi dengan warganya di dunia maya. Ini adalah bentuk tanggung jawab perusahaan untuk hadir secara relevan di tengah masyarakat yang semakin ‘melek digital’.Langkah ini membuktikan bahwa Perumda Pasar Manado tidak anti-kritik, namun justru pro-aktif dalam menyediakan kanal informasi yang kredibel sebagai penyeimbang. Ini adalah sebuah transformasi manajemen yang cerdas; mengubah Perumda yang tadinya mungkin dianggap kaku, menjadi entitas yang responsif, transparan, dan siap menghadapi tantangan era keterbukaan informasi. Masyarakat Manado patut mendukung niat baik ini, karena pada akhirnya, BUMD yang dikelola dengan reputasi yang baik dan informasi yang terbuka, akan memberikan pelayanan publik yang jauh lebih berkualitas.